Baidu Menguji Fitur Pengenal Wajah

pencarian wajah baidu

Pemimpin mesin pencari dari China Baidu diam – diam sedang menguji fitur baru untuk pencarian gambarnya yaitu dengan pencarian pengenalan wajah (face recognition). Dengan URL shitu.baidu.com, layanan baru ini memampukan pengguna untuk menggugah gambar dan melakukan pencarian dari wajah dari gambar yang diupload.

Setelah bermain – main dengan fitur baru tersebut selama beberapa menit, fitur baru ini terlihat benar – benar mampu untuk melakukan pencarian terhadap foto selebriti yang sederhana, namun terlihat kurang akurat saat gambar yang diupload tidak optimal.

Fitur baru ini memiliki minat tersendiri setelah keputusan Google menolak untuk mengimplementasikan fitur ini ke mesin pencari milik mereka. Chairman Google Eric Schmidt mengatakan pada tahun lalu bahwa dia khawatir terhadap potensi penyalahgunaan teknologi dan memprediksikan bahwa beberapa perusahaan akan melanggar batas penggunaannya. Google sebenarnya telah mencoba untuk mengimplementasikan fitur ini dengan layanan “Find My Face” di social network miliknya yaitu Google+, namun Google mengambil langkah hati – hati dengan menetapkan kebijakan yang dapat memastikan privasi seseorang dengan membuat sistem persetujuan untuk menggunakan fitur ini.

Baidu, dalam bagiannya, percaya bahwa mereka menggunakan teknologi pengenal wajah (facial recognition) untuk kebaikan. Mereka mengoperasikan fitur mesin pencarinya yang telah dimodifikasi khusus, didukung oleh teknologi dari Chinese Academy of Sciences’ Institute of Computing Technology, dengan tujuan untuk mencari orang yang hilang di China.

Menarik untuk melihat apakah Baidu Shitu baru dapat menyediakan mesin pencarian bagi manusia yang telah populer di komunitas online seperti Sina Weibo. Pada implementasinya dalam istilah “usaha bersama dari warga negara China untuk mencari dan mengidentifikasi orang – orang”, biasa fitur ini telah disalahgunakan untuk mempermalukan atau mengekspos seseorang. Dan kadang – kadang juga fitur ini digunakan untuk mengidentifikasi seseorang dalam video viral.

Pemerintah China sendiri telah mengambil langkah dan dan mengatakan bahwa mereka akan menjaga privasi dari pengguna internetnya. Mereka telah menyetujui peraturan baru yang membuat pengguna internet mendaftarkan diri menggunakan nama asli mereka kepada pihak penyedia jasa internet dan layanan online.
Baidu sendiri memiliki posisi dominan di mesin pencari China, walaupun baru – baru ini mendapat tantangan dari kompetitor bernama Qihoo 360. Baidu baru – baru ini meluncurkan layanan suara bantuan seperti Siri di Android. Tahun lalu mereka mendapatkan hampir $1 miliar dengan jumlah keuntungan sebesar hampir $500 juta.

Pencarian Search Engine:

Berbagi Berarti Peduli

Komentar

komentar

About author View all posts

keph