Ilmuwan Mengalahkan Bakteri Pintar Dengan Lampu Infrared

staphbacteria

Bakteri Staphylococcus aureus (S. aureus), paling dikenal untuk menyebabkan infeksi Staph seperti MRSA, memiliki berbagai bentuk yang dramatis. Pada kenyataannya, studi terbaru menunjukkan bahwa S. aureus melakukan suatu evolusi mikro kecil dan efisien untuk beradaptasi dengan inangnya, sehingga dapat menghindari sistem kekebalan tubuh dan bahkan bertahan dari antibiotik.

Tak mau kalah dengan kecerdasan yang tampak dari bakteri, para ilmuwan di University of Veterinary Medicine Vienna mengatakan mereka telah menemukan teknik menggunakan cahaya infra merah untuk membedakan antara bakteri S. aureus yang dapat menyebabkan infeksi kronis dan yang tidak bisa. Mereka melaporkan temuan mereka dalam Journal of Clinical Microbiology.

S. aureus dapat menjajah kulit dan saluran pernapasan bagian atas manusia dan bisa sangat berbahaya pada mereka dengan sistem kekebalan yang sudah lemah.

Ada banyak strain bakteri, mulai dari jenis agresif yang membentuk kapsul dan berkembang biak dengan cepat dan menjadi kurang mudah dikenali oleh sistem kekebalan tubuh milik inang.

Tim dari Venice mengatakan mereka melakukan pendekatan yang menggunakan prosedur yang disebut Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Prosedur ini tidak hanya menggunakan cahaya inframerah, tetapi juga kecerdasan buatan yang menganalisis data spektral yang dihasilkan untuk menentukan jenis kapsul bakteri yang telah terbentuk. “Dengan metode baru kami secara rutin dapat menguji sampel pasien dengan tingkat keberhasilan hingga 99 persen,” kata peneliti Tom Grunert dalam rilis berita.

Para peneliti mengatakan mereka berharap untuk mengetahui virulensi khusus dan ketekunan bakteri agar membantu para ilmuwan mengembangkan terapi yang lebih baik untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh S. aureus.

Pencarian Search Engine:

Berbagi Berarti Peduli

Komentar

komentar

About author View all posts

keph