Saham Apple Turun 3%

apple china

Saham Apple turun hampir 4% pada awal perdagangan hari Jumat, jatuh ke level saham $ 509 di tengah – tengah kekhawatiran menurunnya permintaan untuk iPhone 5 di China. IPhone terbaru mulai dijual di Cina mulai hari Jumat, tetapi menurut laporan The Wall Street Journal, penerimaan awal untuk perangkat hanya suam-suam kuku apabila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Toko Apple di distrik perbelanjaan kelas atas Beijing mulai menjual iPhone 5 untuk pertama kalinya pada hari Jumat dalam sebuah event yang dapat dikatakan sebagai event peluncuran perangkat Apple paling kecil dalam empat tahun sejarah perusahaan di ibukota Cina,” dilaporkan Journal.

Ada beberapa kemungkinan alasan untuk ini, termasuk banyak bertumbuhnya toko Apple di China dan kebijakan baru perusahaan yang meminta pelanggan di Cina untuk melamar secara online di muka untuk mengamankan unit iPhone. China dianggap sebagai pasar pertumbuhan utama untuk Apple dan laporan tampaknya telah memicu kekhawatiran di kalangan investor bahwa permintaan untuk iPhone di negara tersebut lebih rendah dari yang diharapkan.

Untuk memperburuk keadaan, beberapa analis bahkan telah memotong target harga mereka terhadap saham Apple minggu ini. Steve Milunovich, analis UBS Investment Research, memangkas target harganya di bursa menjadi $ 700 dari $ 780 pada hari Jumat. Milunovich khusus mengutip kekhawatiran tentang penjualan iPhone 5 jatuh dibandingkan dengan iPhone 4S.

Saham Apple ditutup pada $ 405 per saham pada akhir 2011. Tahun ini, saham memuncak pada $ 705 per saham pada bulan September. Seperti publikasi, saham Apple turun 3% pada hari peluncuran iPhone 5, dan diperdagangkan pada sekitar $ 513 per saham.

Berbagi Berarti Peduli

Komentar

komentar

About author View all posts

keph