Siapkah Institusi Pendidikan Menyambut Perubahan Besar Yang Dibawa Internet Kepada Dunia Pendidikan ?

edukasi internet

Kita telah tiba kepada momen dalam sejarah di mana mengeksplorasi keterampilan baru dan memperluas pengetahuan kita tidak terbatas pada tempat tertentu. Sekarang tidak hanya lebih mudah untuk memperoleh pengetahuan dalam berbagai bidang, namun juga jauh lebih murah.

Menurut sebuah artikel di Lifehacker, melalui program Stanford Engineering Everywhere , Stanford akan menawarkan “akses online untuk program jurusan teknis – termasuk kelas ilmu komputer dan kecerdasan buatan”. Tidak ada lagi lembaga pendidikan yang terbatas hanya melalui kelas – kelas di kampus. Teknologi telah memungkinkan pendidikan dan peluang baru sampai kepada  orang banyak seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pada tahun 2010, Chase Jarvis mendirikan creativeLIVE, pengalaman unik dalam pendidikan online dan live. Apa yang Jarvis telah lakukan adalah mengubah model dari program studi yang ditawarkan – beberapa di antaranya telah diajarkan oleh Lewis Howes, Ryan Holliday, Ramit Sethi, dan Tim Ferriss – dengan memungkinkan pengguna yang bersedia untuk menyisihkan waktu selama live session untuk dapat menonton siaran secara gratis.

“Salah satu hal yang paling saya banggakan adalah bahwa creativeLive berasal dari kebutuhan orang banyak”, ujar Jarvis ketika ditanya apa dorongan untuk memulai seperti bisnis e-learning yang ambisius tersebut.

Jarvis secara luas dikenal sebagai fotografer profesional yang sangat terampil dan otodidak. Tapi pada awalnya tidak seperti itu. Kata – kata pertama yang dikatakan Jarvis ketika masih belajar berbicara, sama seperti kita, adalah “papa” dan “mama”, bukan “camera” atau “photo” (Dapatkah Anda membayangkan seorang bayi kecil langsung dapat mengatakan “camela..camela..” ? ). Jadi bagaimana Jarvis bisa mencapai level fotografi seperti itu ? Dia awalnya mulai bekerja di bidang medis, tetapi ia menyadari bahwa ia adalah seorang seniman. Setelah berhenti sekolah, ia mengambil pembelajaran fotografi dan benar-benar ingin untuk mengasah keahliannya, sehingga ia mulai mencari mentor.

“Namun semua ilmu – ilmu fotografi pada masa tersebut masih tersebut sangat, sangat tertutup,” jelas Jarvis. “Keadaan saat itu jauh dari masa – masa seperti sekarang ini di mana orang – orang mau untuk berbagi informasi. Saya benar-benar pergi dari pintu ke pintu dan tidak ada yang mau mementor saya. Jadi saya berkata kepada diri saya sendiri pada saat itu bahwa jika suatu hari saya berada di posisi yang dapat mengubah semua itu, saya akan melakukannya. ”

Pengalaman creativeLIVE yang unik tidak hanya dalam hal model harga (yang memungkinkan Anda untuk membeli versi rekaman dari sesi sebelumnya dengan harga diskon, dan kemudian setelah sesi telah selesai Anda dapat membayar harga penuh untuk sesi yang sudah diarsipkan). Ketika saya melihat Tim Ferriss melakukan sesi yang disebut “The 4-Hour Life”, saya melihat bahwa jumlah peserta yang menghadiri secara langsung sesi tersebut sangatlah sedikit.  Sesi – sesi seperti itu memang dapat memberikan pendidikan yang berharga pagi para penontonnya, namun sangat disayangkan tidak banyak orang yang dapat dapat menghadiri sesi – sesi tersebut. Sehingga kerugian tidak hanya terjadi kepada mereka yang tidak dapat menghadiri sesi – sesi tersebut tetapi juga kepada mereka yang mengadakan sesi tersebut karena sedikitnya peserta.

Mereka yang mengajar melalui media online juga mulai melihat hasil kerja mereka dihargai. lebih dan lebih banyak lagi spesialis online mengeluarkan produk digital yang dirancang untuk mendidik penonton mereka – dan menjangkau audiens baru – di bidang keahlian mereka. Para spesialis ini tidak hanya terbatas pada menjual kursus-kursus tersebut di situs Web mereka sendiri namun mereka dapat mengajukan proposal kepada pusat pendidikan online yang pada saat bersamaan dapat memperkenalkan diri mereka ke khalayak yang lebih luas. Bahkan banyak dari instruktur independen tersebut direkrut oleh platform seperti AppSumo dan Udemy.

Platform ini juga berhasil dengan sangat baik, sebagaimana dibuktikan oleh semakin banyaknya bermunculan platform – platform pembelajaran online dan beberapa fasilitator yang memberikan kursus – kursus tersebut telah mendapatkan penambahan finansial yang cukup besar.

Tommy Griffith adalah salah satu dari kisah sukses tersebut. Menurut sebuah artikel di atas ClickMinded, Griffith menyatakan bahwa hanya dalam 8 hari, kursus pelatihan SEO nya menghasilkan lebih dari $ 21.243 dalam pendapatan kotor. Contoh ini menunjukkan kekuatan kombinasi antara produk yang niche dengan mesin promosi yang besar dan tepat (dalam hal ini,  AppSumo) dapat benar-benar memberikan nilai tambah yang besar, yang pada tahun lalu tampaknya masih mustahil. Saat ini situs-situs tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda melambat, bahkan kita melihat semakin banyak dari mereka muncul setiap hari – bahkan The Next Web telah berpartisipasi dengan mendirikan TNW Academy.

Institusi pendidikan hanya perlu melihat musik, industri percetakan, dan industri film untuk mengetahui bahwa bahwa jika mereka tidak bergerak untuk mengikuti teknologi, maka teknologi – dan akhirnya, masyarakat – akan terus maju dan meninggalkan mereka di belakang. Maka mereka yang mengatakan “selalu yang terdepan”, akankah tetap menjadi “selalu yang terdepan” ?

Pencarian Search Engine:

Berbagi Berarti Peduli

Komentar

komentar

About author View all posts

Calvin