Teknologi Masa Depan Dalam Menonton Televisi

televisi-masa-depan

WebWib.com - Stasiun televisi publik Jepang, NHK, sedang bekerja pada teknologi yang akan memungkinkan orang untuk menonton TV dengan jari-jari mereka.

NHK sedang mengembangkan sebuah sistem yang memetakan objek yang ditampilkan pada layar TV di ruang 3D. “Pemirsa” dapat menempatkan jari telunjuk mereka di perangkat yang terhubung ke beberapa aktuator yang memberikan umpan balik haptic, yang memungkinkan permukaan dan sudut untuk dijelajahi melalui sentuhan.

Penyiar mendemonstrasikan teknologi sebagai bagian dari open house di laboratorium penelitian di Tokyo.

Generasi Berikutnya Dalam Menonton Televisi

NHK juga sedang bekerja pada platform baru untuk TV interaktif, dimana pemirsa dapat menggunakan tablet dan smartphone untuk membuat komentar tentang pertunjukan secara live, yang kemudian dibagi dan muncul di ‘kontak sosial TV mereka. Salah satu demonstrasi memungkinkan pengguna untuk menandai lokasi tertentu di layar dengan komentar, sementara yang lain membiarkan pemirsa meng-upload gambar yang diambil sebagai bagian dari acara anak-anak.

Perusahaan itu mengatakan berharap untuk meluncurkan beberapa layanan di Jepang tahun ini.

NHK juga terus maju dengan “super Hi-Vision,” atau format 8k, dengan ukuran 7.680 x 4.320 piksel. Para manufaktur TV mulai memproduksi set televisi display yang dapat menayangkan resolusi 4k dan 8k, namun masih terbatas dengan konten yang masih langka saat ini.

NHK, bertujuan untuk meluncurkan layanan siaran 8K di Jepang pada tahun 2020, dan saat ini sedang mengerjakan pengembangan kamera yang dapat mengambil gambar dalam format tersebut dan mudah untuk digunakan. Persyaratan untuk data besar juga merupakan sebuah tantangan selagi kamera menggunakan penyimpanan hampir 72 Gbps. Untuk mendukung kamera terbarunya, NHK telah merancang sebuah komputer kecil dengan penyimpanan flash sebesar 1.5TB, meskipun komputer tersebut hanya bisa menampung 50 menit dari rekaman.

Saksikan videonya dibawah ini :

Pencarian Search Engine:

Berbagi Berarti Peduli

Komentar

komentar

About author View all posts

keph