Tim Peneliti Berhasil Mengubah Karbondioksida Menjadi Batu Bata

menangkap karbon dioksida

WebWib.com - Peningkatan jumlah penelitian sedang dilakukan untuk mendapatkan cara menangkap dan menyimpan karbon dioksida daripada terus memompanya ke dalam atmosfer bumi. Menurunkan kadar karbondioksida dengan cara menyimpannya untuk jangka waktu yang lama bisa membatasi perubahan iklim, tapi bagaimana cara untuk melakukannya dengan biaya yang efektif ?

Sebuah tim peneliti yang terdiri dari anggota dari University of Newcastle di Australia, perusahaan kimia Orica , dan perusahaan inovasi karbon GreenMag Group, percaya bahwa mereka memiliki solusi teknologi yang tidak hanya menyimpan emisi karbon, tetapi mengubahnya menjadi produk yang berguna.

Tim telah menghabiskan waktu enam tahun untuk meneliti penyimpanan karbon dioksida, dan telah datang dengan cara untuk mengubahnya menjadi produk padat seperti batu permanen yang kemudian digunakan untuk membuat bahan bangunan. Menggunakan pabrik baru seharga $ 9 juta yang dibangun di Newcastle, tim mengharapkan untuk mulai memproduksi batu bata serta berbagai produk industri bangunan hijau lainnya.

Proses ini telah dibuktikan dalam skala kecil di laboratorium, dengan pabrik percobaan menjadi tahap berikutnya dalam proses untuk pindah ke sistem produksi massal. Karbon dioksida ditangkap dan kemudian digabungkan dengan mineral kelas rendah, contoh magnesium dan kalsium silikat. Ini akan kemudian membentuk karbonat inert dan mengubah CO2 menjadi bahan padat yang  dapat digunakan untuk  dasar bahan bangunan baru .

Tergantung pada seberapa baik sistem bekerja secara besar-besara , setiap dan semua pabrik yang memproduksi karbon, misalnya pembangkit listrik tenaga batu bara , dapat diupgrade agar dapat menangkap dan menyimpan emisi karbon mereka untuk tujuan manufaktur. Ini juga berarti teknik-teknik baru untuk menangkap karbon dioksida sekarang memiliki cara untuk menggunakan kembali apa yang mereka tangkap daripada hanya menyimpannya untuk waktu yang lama.

Pencarian Search Engine:

Berbagi Berarti Peduli

Komentar

komentar

About author View all posts

keph