Trio Matjan ( Facebook, Twitter & Instagram ) : Kawan atau Lawan ?

Facebook Instagram Twitter

Twitter. Facebook. Instagram. Trio Matjan yang dapat mem bantu kita untuk mengumpulkan teman – teman , orang – orang yang kita sayangi, atau PDKT ke si ‘doi’. Bangsa yang besar tidak melupakan jasa para pahlawannya. Seorang netter sejati tidak melupakan jasa Trio Matjan Facebook, Twitter dan Instagram. Benarkah demikian ? Pada kenyataannya, semua perusahaan media sosial hanya menginginkan uang dari kita ( saya tidak katakan “dompet kita” karena dompet saya seringkali hanya berisi beberapa lembar kertas bergambar pangeran Diponegoro dan saya yakin bukan itu yang diinginkan para perusahaan tersebut ). Namun memang itulah yang dilakukan semua perusahaan, menghasilkan uang, dan itu adalah sah – sah saja.

Namun seringkali kebijakan perusahaan dapat menghancurkan perusahaan itu sendiri. Ketika Instagram “mengubah kebijakan penggunaannya” minggu lalu, hal itu membawa kutukan bangsa Maya ke perusahaan itu sendiri ( dan kali ini benar – benar terjadi ). Respons dari para penggunanya bukan saja perasaan kesal, tetapi lebih kepada perasaan dikhianati. “ Teganya kamu melakukan ini kepada aku! Aku mengira kita adalah seperti pasangan Romeo dan Juliet, Rama dan Sinta … ”. Kata – kata tersebut menggambarkan perasaan  dikhianati dari para penggunanya. Kata – kata tersebut bukanlah tanpa bukti. Karena < sebuah tuntutan sudah dituduhkan kepada Instagram >.

Namun, kebanyakan para pengguna Instagram tidaklah “melek hukum” dan dapat mengerti alasan legal yang cukup kuat untuk menuntut Instagram. Juga, Instagram adalah suatu layanan gratis yang mencoba bertahan dengan iklan. Juga, fitur – fitur yang disediakan di Instagram dapat disediakan pula oleh media sosial lainnya sehingga kita bisa saja pergi dan meninggalkan Instagram.

facebook dan instagram

Jelas, ini bukan hanya Instagram. Setiap kali Facebook – induk perusahaan Instagram – mengubah peraturan privasinya, para penggunanya langsung hiruk-pikuk. Tapi tanpa para penggunanya memberikan sejumlah privasi, Facebook tidak akan dapat untuk menarik pengiklan. Tanpa pengiklan, Facebook memiliki pemasukan. Tanpa pemasukan, tidak ada Facebook.

Akar masalahnya adalah bahwa apa yang perusahaan media sosial perlukan lebih dari apa pun adalah pengguna. Orang banyak tertarik kepada keramaian. Jadi, ketika Anda pertama kali bergabung, itu adalah seperti  Dufan yang terbuka lebar bagi Anda tanpa memungut bayaran tiket masuk. Hit pertama, seperti yang mereka katakan, adalah gratis. Tapi setelah beberapa saat, uang perlu dihasilkan. Dan menjual iklan kepada Anda – bahkan mengubah Anda menjadi iklan – adalah cara yang paling efektif untuk membuat uang.

Ini tidak membuat perusahaan buruk atau jahat. Hal ini membuat mereka untung. Ini juga tidak berarti bahwa Trio Matjan Twitter – Facebook – Instagram keluar untuk menghancurkan Anda. Tapi mereka akan terus berusaha mencapai keseimbangan antara membuat uang dan membuat Anda bahagia.

Pencarian Search Engine:

Berbagi Berarti Peduli

Komentar

komentar

About author View all posts

Calvin